H-50
Katanya sih udah 50 hari menuju UNAS, katanya sih, katanya. Kalau dihitung tiap hari, rasannya bikin makin gelisah. Tapi kalau nggak dihitung, malah bikin kita terlalu nyantai. Jadi, aku lebih nganggep menyadari hari-hari yang akan semakin hilang, dan berusaha untuk
"sesantai" mungkin.
Sudah beberapa hari belakangan ini, aku lebih banyak mengingat tentang hari-hariku berada di sekolahku sekarang ini. Hari dimana aku tes masuk agar diterima, hari dimana aku daftar ulang, MOS, beradaptasi dengan lingkungan baru, hingga mengenal sosok-sosok asing yang akhirnya menjadi memori penting bagiku. Kali ini, bukan tentang 50 hari menjelang UNAS. Namun kali ini tentang
"nggak sampek 4 bulan bakalan pisah".
Dari semua yang menyesakkan, perpisahan adalah hal utama yang selalu aku hindari. Namun apadaya, sejak adanya perkenalan, kita pasti akan merasakan perpisahan. Untuk perpisahan kali ini, entahlah. Rasanya waktu yang diberikan belum cukup. Membayangkan sosok-sosok yang tertawa lepas, suasana kelas yang begitu hangat dan hidup, hingga wajah lelah dari sosok itu semua setelah ujian praktek olahraga, akan hilang begitu saja dari hari-hari yang akan kita lalui selanjutnya. Euforia itu, rasanya baru sebiji jagung yang dirasakan.
Sekolah Menengah Atas. Banyak sekali hal yang terjadi selama perjalanan di SMA ini. Senang dan duka bersama. Semangatnya ngerjain guru, euforia pensi, tertawa bersama didalam kelas, hingga menyoraki teman yang sedang mengungkapkan cinta. Ribetnya pelajaran kelas 10, remidi, galaunya memilih jurusan di perguruan tinggi, hingga rasa ditolak oleh cinta atau diputuskan oleh cinta. Ada waktu dimana kita bisa tertawa lepas, marah tanpa sebab, diam seorang diri disudut kelas tanpa alasan yang jelas. Kepingan-kepingan itu sendiri memberikan pelajaran bagi kita, menjadi diri sendiri, menghargai teman, dan lebih bersyukur akan hidup yang kita lewati.
SPEKTRUM, nama kelas 12 IPA 4 Smada taun ini, kepanjangan dari ... panjang. Spektrum itu kumpulan dari berbagai warna, berbagai rasa, yang menyatu menjadi cahaya putih. Sama seperti SMA, 3 tahun yang penuh warna, penuh makna.
SMA itu bukan hanya sekedar putih abu-abu
Dengan adanya hari-hari yang semakin dekat ini, rasanya ingin tiap hari ke sekolah, lebih tepatnya untuk menghabiskan waktu bersama sosk-sosok yang penuh berwarna itu. Setiap mendengar tentang cita-cita mereka selanjutnya, selalu terucap kata
Amin, sertakan aku bersama mereka, mendapatkan kesuksesan itu bersama mereka. Detik-detik selanjutnya yang akan datang, mungkin akan semakin cepat mendekati perpisahan. Namun aku yakin, ini bukanlah akhir dari cerita.
So, this isn't the end of story.
F A R A H I YA H A D I Y A N T I